Di Persimpangan Jalan
Dingin…
Buku-buku jari yang beku membiru terbuai angin sendu…
Di bawah lampu temaram menunggu waktu pecahkan sunyi…
Ya.. si angkuh yang bernama waktu, menggilasku perlahan dan meninggalkanku…
Di persimpangan jalan, kuhembusi jari-jariku
Tak sanggup terawang gelap yang bersalju…
Kembali, benak berlari menyusuri hati…
Hari-hari musim semi mengajakku menari
Senandungkan kisah lalu yang kembali dengan pelangi…
Di satu sisi, pesona yang mengabur dalam cahaya kota..
Menggoda imaji tuk coba merengkuh anggunnya malam…
Sang waktu seakan tak peduli…
Tak juga pecah sunyi namun tinggalkan ku pasti…
Masih… di bawah temaram lampu jalan.. kuhembusi jari-jari…
Memunguti yang tersisa di dalam diri… sebelum melangkah lagi…