“French Fries and Chicken Foldover” Talk
Gue ngasih judul "French Fries and Chicken Foldover" Talk karena bahan tulisan kali ini gue dapet ketika gue makan di McDonald, West Coast Park, Sabtu kemaren (16 Juli 2005) ama Hendra.
Okie, short introduction about him. Hendra adalah salah satu abang gue. Dia adalah orang yang bisa gue ajak bertukar pikiran dan mendiskusikan segala macam hal. We talk about life, love, hopes, basketball, good times when we were in ITB (he was my seniour in ITB from different department, IF ‘97).
Dari sekian banyak pembicaraan, ada satu yang pengen gue angkat di sini. Dia sempet nanya ama gue, "Elu kalo berdoa ngapain?" Kaget juga nerima pertanyaan seperti itu, gue refleks menjawab, "Curhat". Dia meneguk Milo panasnya sebelum ngomong dengan serius, kira-kira kayak gini, "Ya itu bagus kalo lu bisa ngomong dan cerita apa aja sama Dia. Kalo bagi gue sih, waktu kita berdoa, kita menyerahkan segalanya sama Dia. Lu bener-bener ngasih dan mempercayakan seluruh hidup lu sama Dia."
Gue terhenyak sesaat. Apa yang dia omongin bukan hal baru bagi gue. Hanya aja, somehow gue lagi lupa sama hal itu. Menyerahkan segalanya bukan berarti pasrah dan lenggang kangkung (everbody knows dat I guess), but in some level, bagi gue emang agak susah untuk berhenti khawatir tentang hidup gue. Masih suka pusing sama hal-hal kecil yang sebenerya gak perlu dirisaukan. Masih suka freak out sama hal-hal besar yang gue pikir gak bisa gue handle. Gue lupa, kalo Dia udah punya rencana yang indah buat gue, buat kita semua. Jadi sebenernya gak usah terlalu khawatir sama hidup, though it doesn’t mean we can stop trying, learning, and working out in our lives.
"Terjadilah padaku, seturut kehendak-Mu", gue berharap gue bakal terus belajar untuk mengimplementasikan hal tersebut. Mungkin, itu salah satu hal kenapa gue dipanggil ke Singapur, supaya gue bisa terus belajar untuk menyerahkan hidup gue sama Dia. Thanks banget, Bang, buat ngingetin gue =)
God bless all of us and of course… you too!
July 19th, 2005 at 3:06 am
Hi Tissa…
Nice sharing, memberikan “pencerahan” terhadap kondisi yang terkadang bagiku terkesan rutinitas belaka he he he. Wah how lucky you are punya abang seperti Bang Hendra, is he Hendra Aconk?:). Btw, ke Mc D dekat Pasir Panjang kok ngga mampir? and ngga ngajak lagi??!!###**!??