Life is About Making Choices

Kadang gue berharap hidup bisa seperti membaca buku "Pilih Sendiri Petualanganmu". Dulu, waktu masih kelas 2 SD, ada satu buku dari seri ini yang gue sukaaaa bangeeet, Petualangan Suku Maya. Gue emang suka ancient history apalagi yang berbau-bau magis model Maya, Mesir, dan legenda Yunani. Di buku ini, selain gue bisa mengkhayal jalan-jalan ke jaman Maya, gue selalu bisa balik lagi ke halaman sebelumnya kalau ternyata kisahnya berakhir buruk. Atau kadang gue menghapal halaman mana yang harusnya gue pilih, kalau gue gak pilih halaman ini, gue harusnya ke halaman mana, gimana akhirnya… dst..

In the real life, you just can’t have it everything. You have to choose one way or another way. And you just can’t turn back the time. Yes, you might feel regret with what you have chosen, but you have to stay in the path that you walk on.

Suatu malam, gue diskusi panjang dengan adek gue. Si ketjil yang ternyata udah dewasa itu mendebat gue dengan bilang, kadang hidup gak ngasih pilihan. Well, I’m not totally agree with him. Masalahnya, kadang emang kayaknya kita tersudut gak bisa apa-apa, tapi sebenernya kita selalu bisa memilih. Bahkan untuk tidak memilih pun adalah sebuah pilihan, menurut kakanda Kuntowiyoga. Intinya bukan gak ada pilihan, tapi berani atau nggak kita ngadepin konsekuensi dari pilihan itu.

Running away is always be a temptation. Well, at least for me. But still, it doesn’t resolve the problems. At the end of the day, you would face the same option.

Kadang, kita tau pilihan mana yang bener, tapi terlalu males untuk konsekuen ama resikonya. Ada pilihan-pilhan laen yang kadang dikemas lebih cantik dan menarik, yang menggoda kita untuk melupakan satu hal yang bernama integritas.

Waktu SMP gue diajarin satu lagu The Greatest Love of All, lirik favorit gue di lagu ini: "I decide a long ago never to walk in anyone shadow. If I failed if I succeed, at least I live as I believe. No matter what they take from me, they can’t take away my dignity." Well, gue pernah nanya ama my dear teacher, Mr. Jojo, gimana kita tau pilihan kita bener apa nggak, gimana kita tau "what I believe" is true or not. Gue lupa dia jawab apa, tapi sekarang gue tau… Kita gak akan pernah tau sampai kita ngejalaninnya. Ketika kita benar atau salah, di situlah kita dapet pembelajaran.

Jadi ngapain coba gue berkotbah di sini? Sebenernya buat ngingetin gue sendiri. Every choice has it is own risk, the question is do you ready to bear the consequences and keep your integrity. Nah loh Tjit.. gimana cing…

2 Responses to “Life is About Making Choices”

  1. Paulus Says:

    membuat pilihan bukan persoalan benar atau salah, karena benar/salah kerap kali merupakan konstruksi sosial. Persoalan dalam membuat pilihan adalah apakah kita konsisten dengan pilihan yang kita ambil, siap dengan konsekuensi yang akan ada, entah itu kita sukai atau tidak. Mengambil pilihan, serta konsekuensinya, menurut gue sebenarnya menunjukkan seberapa jauh kita menghargai diri sendiri :D.

    Anyway, sekedar komentar, memilih untuk tidak memilih, buat gue hanya permainan kata-kata, dan pembenaran mereka-mereka yang tidak cukup berani mengambil resiko.

    Just my 2 cents :)

  2. Rinaldi Says:

    citaa, aku punya buku ituuu, astaga we ARE one of a kind! =) i used to love those books, gw punya tiga, yang inca, yang maya, sama yg ke mars ya kalo ga salah. =P
    trus…
    gw suka blog-nya, enak bacanya!
    dan hehehe emang beneer! ngapain juga kita ceramah di blog kita,..? there is only one reason, to remind ourself from time to time =P

Leave a Reply