Ikat Mengikat.. Emang Pramuka?!!!
Monday, January 16th, 2006Hari ini perenungan dimulai jam 7.15 malam di dalam bus 64. FYI, bus 64 itu gak sedingin bus 61 dan double dekker lagi, enak buat merenung di atas bus (Naooonn deuii..).
Entah pernah dengar darimana, tapi ada satu kalimat yang terngiang di ingatan gue, "kita itu harus bebas lepas". Well, tentu saja intepretasinya bisa begitu luas, atau malah kalimat ini sekilas terdengar dangkal. Bebas lepas dari apa? Mau bebas lepas dari aturan, dari masalah, dari beban pikiran? Konteks yang gue mau angkat di sini adalah bebas lepas dari sesuatu yang mengikat kita, yang membuat kita gak bebas bertindak menurut apa yang kita pikir itu benar atau yang menentang nurani (cieehh.. nurani!!!) kita.
Misalnya ‘aja, yang paling gampang, waktu masih sekolah, ada yang ingin nyontek jawaban ulangan. Sebenernya takut ketauan juga kalo ngasih jawaban dan sebenernya gak pengen juga dicontekin. Tapi akhirnya kita kasih juga jawabannya, gara-gara lebih takut lagi dijauhin atau dicap sok alim, sok pinter, anak guru, dsb.
Sekarang gue nemuin keterikatan-keterikatan yang lain, yang mungkin lebih kompleks dan lebih membuat orang gak bebas untuk memilih atau memilih untuk tidak mendengarkan kata hatinya sendiri. Contohnya, beberapa orang yang gue kenal sebenernya gak merasa cocok di bidang engineering. Mereka punya hasrat yang lain, misalnya jurnalisme. Tapi dengan bekerja di engineering, bagi mereka, lebih mudah untuk mendapatkan uang. Dan ketika seseorang sudah terbiasa dengan standar hidup tertentu, susah untuk melepaskan standar tadi yang tentu saja melibatkan sejumlah dana tertentu sebagai sokongan. Akhirnya mimpi untuk menjadi seorang jurnalis, yang mungkin harus dimulai dari nol atau yang harus dibangun dari bawah dengan melepas semua yang ada, ditinggalkan juga.
Gue pikir, kita semua punya "tali" yang mengikat kita. Gue pikir betapa enaknya kalo gak terikat atau tergantung dengan tali apapun. Bebas lepas jadi diri sendiri dan bisa bahagia dengan kondisi apa pun, gak terikat dengan syarat apa pun untuk menikmati hidup.
Gue sendiri terikat atau mengikatkan diri tepatnya dengan satu hal. Talking about life is a matter of choice, actually I can always choose to free my self. I don’t know why sometimes I choose not to be happy and free. Anyway… maybe we all have to learn to deal with all the strings in life… and manage… not to be a puppet which moved by those strings….