A Journey to The Past

Ruangan kelas itu tidaklah lagi baru. Masih segar di ingatan ketika gue pertama kali menginjakkan kaki di kelas 3, di ruangan terpojok tepat di depan WC. Cat yang masih baru dengan meja yang cukup baru, berkumpul dengan teman-teman baru dari kelas lain, dengan tujuan baru menembus UMPTN dan masuk Teknik Fisika ITB. “Napak Tilas” ke SMUN3 kali ini (waktu kita masih pake SMUN!!! ^_^) mengingatkan gue akan buku diary gue, tepatnya ada dua buah diary dipersembahkan untuk masa-masa SMA gue.

Larut di dalam tulisan gue sendiri dengan detail yang kadang menggelikan atau kadang bahkan membuat gue tersipu malu, gambar-gambar serupa slides film tua terkilas dalam ingatan. It feels just like yesterday though it has been 8 years back!!!

Keceriaan bareng temen-temen, ngejailin orang, pertandingan basket dan voli, perjuangan untuk tetap berprestasi dalam belajar, persahabatan dan pertengkaran, tangis, tawa, pahit, getir, dan bahagia, … dan tentu saja… the love stories… membuka mata gue betapa berwarnanya hidup gue dulu. Those stories have opened my eyes who I used to be. And I am grateful that He has given me chances to know those people, to have such experiences in my life. I am what I am and I don’t want to lose myself again.

“Dlacula Dlacula.. Da da da da da.. Dlacula Dlacula… kul kul kul kul… Hisap darahnya.. hisap darahnya..”

Didedikasiin buat anak-anak 2-5 yang dengan semangat baja dan dengan gak tau malunya tetap bersorak sorai di pinggir lapangan mendukung tim kelasnya. Just want to note it down that we were King of Volley Ball and Queen of Basketball of that period!!!

Leave a Reply