Betapa Bahagianya…

Ketika sedang jalan-jalan di Orchard minggu kemarin, dengan rencana-rencana di kepala mengenai liburan ke sebuah pulau di Malaysia, dan tinggal di hotel bintang lima, tiba-tiba terasa betapa materialistisnya orang-orang jaman sekarang, well termasuk gue sendiri.

Terbersit gambaran-gambaran masa lalu serupa gambar di film-film tahun 80-an. Ketika tinggi gue tak lebih dari 120 cm, saat adik gue masih putih kecil chubby and sangat lucu :D. Keluarga kami belum semapan saat ini. Namun setiap hari minggu, mama akan selalu mencoba untuk menghabiskan waktu bersama kami. Setiap bulan mama sudah punya rencana. Masih teringat ketika mama menghitung dan menyisihkan sejumlah uang dari dompet cokelatnya. Dan gue duduk di kasurnya yang besar mendengarkan rencana mama dengan gembira.

Naik sepeda di Gasibu, gratis dan menyenangkan. Gue dan adik gue bereksplorasi menjelajah Gasibu dengan sepeda roda tiga kami. Kalau papa ikut, papa mengajari kami bermain bulutangkis. Kami punya dua buat "mini" raket, punya gue berwarna kuning dan adek hijau.

Kebun binatang adalah tempat yang kami singgahi lebih dari 100 kali. Sampai hari ini, kalau gak ada perubahan yang radikal (dan gue pikir gak ada..) gue masih ingat semua rute, binatang mana di kandang sebelah mana. Ada sebuah kolam di dekat kandang buaya, dan kita bisa menyewa perahu dan keliling kolam sekitar 10 menit. Mungkin kedengarannya sederhana sekali, tapi saat itu kita merasa senang  bisa keliling-keliling kolam dengan "pulau" (yang sangat kecil sekali di tengah-tengah) dengan kandang monyetnya. Gue selalu terpukau melihat harimau dan singa. (Sampai hari ini gue punya obsesi untuk memelihara anak harimau atau singa yang bakal gue kasih nama "Google" sesuai dengan permintaan salah satu temen gue di sini…hehehe…). Masih ingat, mama dan adek sempat melihat adegan ular yang kejar-kejaran dengan angsa, berakhir dengan angsa yang malang jadi santapan makan siang. Di bagian akuarium, ada ular laut yang dinamai ular laut pelangi, dan mereka punya semacam presentasi tentang kehidupan laut selama 15 menit. Dan gue akan duduk tenang menikmati keindahan karang (saat itu gue berangan-angan kapan gue bisa liat yang aslinya…). Setiap kali kita akan pergi kebun binatang, mama selalu membangunkan kita pagi-pagi, soalnya kalau kita sampai siang hari, kita akan dihadiahi bau spesial karena binatang-binatangnya dengan nyaman mengeluarkan sarapan mereka :D

Taman Lalu Lintas adalah salah satu tempat yang mahal, "fancy place". Permainan yang paling gue senangi ialah memancing ikan-ikan kayu. Jika berhasil memancing sejumlah ikan, maka gue bisa menukarkan ikan-ikan itu dengan buku tulis, penghapus warna-warni yang wangi, dan pensil. "Wahana" yang paling mahal ialah kereta api mini yang mengelilingi seluruh taman. Tidak setiap saat kita berkesempatan untuk naik kereta api tersebut, tergantung pengaturan budget minggu itu. Komedi putar adalah wahana wajib yang selalu kita naiki, dan oh… gue ingat ada semacam mobil-mobilan (kayak bom-bom car) yang bisa kita naiki atau bisa menyewa sepeda juga (kita gak boleh bawa sepeda sendiri :( ).

Yang paling mewah adalah KINGS Mall. Mereka punya semacam "super mini Dufan" dengan kora-kora mininya. Biasanya kita akan mengajak Mas Vani, my dearest cousin, untuk ikutan bermain di sana. Wahana favorit gue adalah kolam bola. Bola-bola warna-warni bertumpah ruah di sebuah ruangan kecil dan gue dengan super gembira "berenang" di dalamnya. Gue selalu terpukau dengan warna, dan gak ada yang lebih menyenangkan daripada "tenggalam" di dalamnya. Bom-bom car selalu jadi pilihan semua orang. Senang sekali menabrak-nabrak semua orang tanpa harus ada yang terluka. Hehehe…

Terlepas dari semua itu, yang paling membahagiakan adalah punya seorang mama yang sangat menyayangi kami semua. Mama selalu memikirkan kebahagiaan kami. Walaupun kami gak punya uang, tapi mama bisa dengan cerdasnya mengatur semua sehingga kami selalu merasa cukup dan tidak kekurangan apapun. Di saat tidak ada uang di tangan, selain Gasibu, mama akan mengajak kami untuk melukis, menggambar, atau membaca buku dan menulis cerita. Sekolah di Santa Angela yang notabene dengan orang-orang kaya tidak pernah membuat kami iri dengan anak-anak lain. Sekarang, ketika gue merasakan gimana capeknya bekerja, gue pikir walaupun secapek apa pun mama, dia selalu berusaha untuk melakukan aktifitas bersama.

Hal-hal sederhana bisa begitu berarti. Sementara di sini, ketika gue bisa makan enak, kalau mau setiap hari, di restoran dan gue punya cukup uang untuk membeli barang-barang yang gue inginkan, gue justru mudah lupa dengan hal-hal sederhana. Dan bukannya bersyukur dengan apa yang gue punya, gue malah lebih berfokus dengan "yang gak ada" di sini.

I wish I could go back to those times, strolling along in Gasibu with my bike with my dear brother, share the launghter and all the joy…

One Response to “Betapa Bahagianya…”

  1. Mario Says:

    If only we could turn back time to the good old days..

    asyik banget yah jaman dulu, gw juga sama tuh jaman dulu kayak elu.. walaupun ternyata setelah gw sekarang sadar keren juga yah nyokap nabung supaya anak2 nya selalu seneng..

    dulu sih gw cuma bisa minta2 doang.. kayaknya now it’s time to make them happy cit :) salam buat nyokap ya..

Leave a Reply