Archive for September, 2007

S P A S I

Sunday, September 16th, 2007

Dee, di bukunya Filosofi Kopi, menulis:

SPASI (1998):
Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankan kita bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

………

Dee menulis prosa di atas dalam konteks kekasih. Hari ini, terpikir, bukan hanya dengan kekasih, tapi dalam segala hal dalam hidup kita, kita membutuhkan spasi. Ruang kosong untuk sejenak mengambil nafas, melihat dari prespektif yang berbeda. Tanpa spasi, segalanya hanya akan mejadi serentetan kata tanpa makna. Masihbisadibacatentusaja. Tapidalamjangkawaktutertentumatajadilelahkalimatkehilanganarti.

S p a s i… J e d a…

Biarkan diri mengamati, mengevaluasi tanpa harus sinis dan sarkastik.
Untuk mengerti tanpa menuntut.

S p a s i… J e d a…

Aku ingin membaca dan mengerti sebelum hancur lagi.