ERAGON — The Book & The Movie — A Great Lost of Translation

December 22nd, 2006 by britgalhere

"It is a good advise but you just didn’t take"
Alanis Morrisete - IRONIC

Sepenggal lirik dari Alanis di atas cukup akurat melukiskan pengalaman gue nonton ERAGON (the movie).

ERAGON (the book) karya Christopher Paolini termasuk bacaan yang menyenangkan. Walaupun, plot ceritanya sederhana (the kid was just 15th years old when he was writing the book!!!) dan mengingatkan gue akan Lord of The Ring versi ringan, tapi gue sangat suka dengan gaya Paolini bertutur dan menarasikan pengalaman Eragon - sang bocah petani dari desa yang metamorfosis menjadi penunggang naga (Dragon Rider). Keindahan dan kemisteriusan Alagaesia; konflik antar ras dan perbedaan kepentingan; karakter, perasaan, dan pikiran dari tokoh-tokohnya dipadukan dengan sederhana, lugas, namun tetap segar dan menarik. (Caution: according to a friend, only applicable to the English version, the translation to Indonesian is not really good even considered bad)

ELDEST, buku kedua dari trilogi Inheritance, menurut gue lebih menarik lagi. Berbekal "pengetahuan" dari Lord The Ring, karakter dan kultur dari keempat ras, manusia (human), peri (elf), kurcaci (dwarf), dan naga (dragon), sudah tidak asing lagi dan "dunia Paolini" memang tidak jauh berbeda dengan "dunia LOTR". Dalam ELDEST, Paolini melukiskan lebih jauh “dunia-nya” berikut kultur keempat ras ini. To be honest, gak kalah menarik dibandingkan dengan pendahulunya. Metamorfis Eragon dari bocah menjadi seorang pemuda, juga peran Saphira - The Blue Dragon- jauh lebih digali. Konflik yang sepertinya sangat sederhana di buku pertama, lebih berkembang di buku kedua, tidak semata-mata hitam dan putih, Dragon Rider vs Evil King, there is something more behind the war.

Now, talking about the movie…. Yupe… I have ignored a good advice from a friend… Seorang Uluz… (cieeeh), telah berbaik hati berbagi pendapat kenapa dia gak mau nonton filmnya. Ada kekhawatiran bahwa pada akhirnya pembaca buku akan kecewa karena filmnya tidak sesuai dengan harapan. Well, I had low expectation about the movie. First thing, no one famous actor/actress is starring the movie. Second, it is created by unknown producer & director. But… I was disappointed beyond my limit!!! Menitikberatkan pada animasi dari si naga (Saphira), film ini seperti melupakan plot cerita. Tidak ada karakterisasi. Dunia fantasi yang dibangun dengan indah oleh film LOTR, hancur luluh oleh kedangkalan film dalam menggambarkan dunia Eragon berikut penghuninya. Don’t ever expect that this movie will be like (even half-like) LOTR!!!!!!!!

Orang yang belum pernah membaca buku ERAGON akan merasa bosan dengan film yang jelas-jelas amatiran. Pembaca ERAGON akan merasa sangat kecewa… except if you already have a very very very… low expectation… Hampir setiap Jumat malam, gue nonton film yang gak bagus-bagus amat… crappy movies, but… beberapa di antaranya gue masih bisa bilang, “Gak usah mikir, nikmatin aja..” Tapi untuk film yang satu ini, gue bener-bener kehilangan kesabaran atau toleransi bahkan hanya untuk sekedar duduk sebagai penonton tanpa mengkritisi isi film. So, kalo punya rencana nonton film ini… SELAMAT YAAAAA!!!! Hilangkanlah segala harapan, mungkin akan sedikit membantu… hehehehehe….

Eyes

November 19th, 2006 by britgalhere

It is a round, small, brownie world…

A small space that transfigures into a universe…

Where you feel like you sit in small cozy living room but yet you find yourself dancing in a huge sparkling dance floor…

Where the warmth of summer blaze hugs the blue sky with its green prairie and the lake just glimmering the sun rays proudly…

Where you see the snow outside the window from your fireplace, smiling over to the sprakling white…

Where a dream is painted so real…

It is a round, small, brownie world…

Where moments are stand still… that time could never steal…

Sang Puteri & Sang Katak

October 29th, 2006 by britgalhere

Tadi pagi sewaktu mandi, tiba-tiba teringat satu lagu dari kaset Sanggar Cerita (kalo lu masih satu generasi dengan gue, pastinya inget jaman dulu ketika saluran TV hanya TVRI — setiap jam 6 sore dengan tekun duduk di depan TV, tangan dilipat, penuh kosentrasi menyimak kartun — dan komputer masih langka, Sega, Nintendo, apalagi PS2 masih imaginari belaka, kaset cerita anak-anak terutama dari Sanggar Cerita setia menemani kita… Sanggar Cerita… Makin Asyiikkk). Ceritanya sendiri berkisah tentang seorang putri dan seekor katak.

Lagu pembukaannya (gue nyanyikan waktu gue kelas 2 SD pas tes seni musik)

Hari cerah burung bernyanyi
Di taman bunga… o bunga berseri…
Ku main bola emas… senang di hati..
Hatiku sekarang tiada sunyi lagi…

Kulempar bola…hahahahaha…
Melambung tinggi… hihihihihihi..
Bola emas dari ayah indah sekali..
Siapa mau lihat… boleh kemari…

Alkisah di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja dengan putri cantiknya, Putri Mayang Sari. Di hari ulang tahunnya (lupa ke berapa tahun…) sang ayah memberikan bola emas sebagai hadiah ulang tahunnya. Sang Putri sangat gembira dan tiada henti memainkan bola emasnya itu. Hingga bola emasnya jatuh ke sumur mati. Sang Puteri sangat sedih karena dia tidak bisa mengambil bola emasnya dan takut dimarahi ayahnya.

Tersebutlah seekor katak kudis — yang bisa bicara — yang menawarkan bantuan untuk mengambilkan bola emasnya dengan syarat Sang Puteri mau mengabulkan apapun yang dimintanya. Sang Putri (yang gak kaget sama sekali Si Katak bisa bicara) meremehkan tawaran Si Katak dan menyetujuinya. Si Katak ternyata berhasil mengambil bola emas itu (curiga dia bersekongkol sama temen-temennya di dalam sumur — how the h**l a frog can lift up a golden ball I have never really thought about that — geez I am really really really slow…). Dia meminta Sang Putri untuk mengundangnya makan malam, bermain bersama, dan tidur di kamar Sang Putri (yang terakhir ini kayaknya emang ngelunjak banget ya… hehehe…).

Sang Ayah alias Sang Raja terkaget-kaget ketika pada malam hari ada seekor katak (dan dia juga gak terlalu mempertanyakan kok katak bisa ngomong) yang berkunjung untuk makan malam. Tapi begitu tahu ternyata Sang Putri sendiri telah memberikan janjinya, well… a promise is a promise… dan beliau juga menuntut supaya Sang Putri menepati janjinya… Jadilah Sang Katak bertandang ke istana kerajaan selama beberapa hari.

Tapi selepas Si Katak pergi, Sang Puteri selalu mendapatkan hadiah yang aneh-aneh… seperti (kalo gue gak salah) kereta mainan yang kalau disentuh oleh Sang Puteri bisa membesar jadi seukuran kereta normal (emang nyusahin yaaa…), dan hadiah-hadiah lainnya yang sebenernya cukup menarik. Si Katak selalu menyangkal kalau hadiah-hadiah itu darinya (padahal udah ketauan banget, dasar katak!!!). Sang Putri sampai sakit panas karena stress menerima hadiah-hadiah tersebut (saking jujurnya gak tahan ngerasa menerima barang yang bukan jatahnya kali yaaa…).

Akhir kisah, pada hari ke-7, alih-alih Si Katak, seorang Pangeran Tampan datang dan berterima kasih karena Sang Puteri telah membebaskan kutukan yang menimpa dirinya dan (if I am not wrong) meminang Sang Putri. Happy ending!!! (But what a guy who wants to marry a young kid who is still playing with a golden ball!!!).

Anyway, moralnya adalah… jika ada katak yang bisa ngomong dan mau jadi temen lu, terima aja… siapa tau bisa berubah jadi pangeran tampan… kalo nggak… ya… bisa dijual ke orang-orang yang berminat… Hehehe…

Ok, seriusnya… (setelah berpikir cukup keras untuk mengada-ada), commitment is a commitment, if you dare to make it one, then gotta stick to it, fruitful results might be waiting for you in the end, and hey… you might end up change someone’s life into a better one… even though it is only a frog… (keukeuuuhh!!!).

There is No Chain, Dear…

October 7th, 2006 by britgalhere

There is no chain, dear…
You could soar your white wings up to the sun…
Icarus would envy you as you will be glittering with triumph and light…
Invicible as the youth feeds you with its glory
And the time is just a wave that you shoothingly ride…

And here you are…
Earth bounded with black eyes…
Looking for the invisible in infinity…
Pretend that your reflection is noting but empty shadow..
Insist to be a ghost but crying out loud for an existence…

There is no chain, dear…
But you refuse to awake…
Burn yourself to death…
Turn from an angel to a living dead…

I am weeping for you and the seconds that you have been wasted too…
And I am waiting for you just at the other side of you…

Once Upon a Time at Aula SMUN 3 Bandung…

September 1st, 2006 by britgalhere

Music is my life’s groove. Setiap alunan melodi, petikan lembut gitar atau cabikan yang kasar, pukulan halus pada drum atau gebukan menggila, dentingan piano yang menghantarkan memori dengan hati-hati ke permukaan jiwa ataupun yang mengalun cepat membanjiri hati dengan kenangan lama, atau membangkitkan asa untuk masa depan yang membayang di muka… Kemudian, lantunan kata yang terangkai dalam bingkai cerita… Pagi hari yang muram bisa jadi siang yang riang membakar rasa… dan langit biru bisa jadi hitam tak berbintang… Musik adalah keajaiban… Begitu cepat ia datang dan pergi, membawa kita ke masa lalu, masa depan, dan kembali ke masa kini….

Dan… hari ini…
Musik melukiskan kenangan dengan warna-warni ceria… suatu saat di aula SMA 3 panggung. Satu saat di mana senioritas tidak membunyikan egonya dan semua duduk bersama memasang telinga menggoyangkan badan ikuti irama…

Satu set peralatan band telah dipersiapkan di panggung sederhana. Tidak banyak dekorasi, tapi tetap saja berasa gaya. Waktu itu, gue baru aja menobatkan diri sebagai indies girl… ogah mendengarkan boybands apalagi harus repot-repot ngediskusiin siapa yang paling cakep di antara empat - lima cowok yang cuman bisa bertelanjang dada dan berjalan sok seksi di tepi pantai….

Indie musik masih transformasi dari musik alternatif yang diusung oleh Nirvana, yang berbau pop tapi tidak melulu pop, berbau rock tapi bukan musik rock, jadi sebenernya tidak ada definisinya. Tapi begitu pula dengan remaja yang masih mencari jati diri, yang belum matang, tapi sudah ingin mendeklarasikan diri "gue beda dan gue punya sesuatu yang bisa gue banggain"… atau "ingin beda dan ingin punya sesuatu yang bikin gue laen dari laen"…

Indie musik… riang dengan ritme yang cepat dan ringan… atau bisa pula melankolik, menyeret, namun meraung galak… bisa sedih tapi tetap tertawa dalam nadanya…

Dan hari itu… beberapa band tampil di panggung.

Disco 2000, High and Dry, Song 2, Friday I’m in Love…

Masih inget…. Kiki alias QQ alias Kiranasasi, Amelia, Inna Softball (lebih terkenal dengan Inna Jidat sebenernya… hehehe…), Tia Indriana si putih cakep ceking yang cute kalo nangis… heuheuheu….Ebi yang  seksi… (sekarang juga masih kali ya?)… Rara Cantik yang kadang entah kenapa dipanggil Kuda Nil-padahal gue tau kenapa… (kayaknya seinget gue ada Intan-2-7, Erly 2-3, Olie 2-8…. ) berjingkrak-jingkrak di depan panggung, lompat sedikit ke sini, sedikit ke sana, head banging… gak peduli mungkin ada yang sinis dan merasa itu gak pantas… kita nikmati musik kita, masa muda kita…

Setiap kata dinyanyikan sepenuh hati… walaupun kadang gaya dan lirik gak nyambung sama sekali. Bahkan udah bukan nyanyi kali ya… setengah teriak, setelah terkikik, setengah terengah-engah… Dan ketika lagu berakhir… ada rasa puas yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata… di antara temen-temen dan gaung musik di kepala… Suatu masa di Aula SMA3 yang gak akan pernah gue lupakan selama hidup gue…

Salute buat band-band yang dulu gape banget manggung dan ngebawain lagu-lagu Indies… bandnya Erlannga, bandnya Antiw-Ray, bandnya Rama (hidup 2-5, thanks udah nyempetin gue nyanyi lagu TORN), bandnya Wieta-Malik yang ngegroove abis, bandnya Sandhy-Rakun-Edwin yang jazzy banget, bandnya Dian yang selalu "Dewa", dan buat band-band laen yang mungkin gak kesebut… Salute buat cewek-cewek 2-5 dan dari kelas-kelas laen buat "our moment of craziness". You guys rock, man!!! HUHUYYY!!!!

Dare

August 25th, 2006 by britgalhere

I dare the lion to act like a lion
Unlike circus, real world needs real action

Where are your blade sharp claws?
How they are soft, like a cat’s paws?

Where are your knife like teeth?
Were they just some yesterday’s myth?

Where’s your heart, tough and strong?
Or was it me, who took you wrong?

Where are your fearless eyes?
Had them all blinded by your cries?

Now I dare the lion to act like a lion!
Behold! It’s time for a new champion!

Stop sleeping, make your days!
Wake up now, there’s still more to face

<Written inside a lion’s cage, dedicated to TD, 2001>

The poem was written by B when I was in the middle of nowhere but high and dry… Thanks, B!!!

Champange Supernova

August 23rd, 2006 by britgalhere

How many special people change, how many lives are living strange…

HE speaks in many languanges, through different people though he/she might be a crazy one… Today, HE speaks to me, "I will never leave you empty. I will replace what you have lost. If I ask you to put something down, it means I want you to pick up something greater…"

And there it goes… out of the blue from a stranger who is really strange… Yeah… it is just coincidence… but I do quite believe what is written in Celestine Prophecy (James Redfield)… there is no coincidence… there is an energy which moves everything into its rhytm…

(After depressing days, today I want to exhale and say that everything is ok… though tomorrow I might say different things again… hehehe…)

Harry’s Bar

August 13th, 2006 by britgalhere

Inside the beautiful Esplanade, dim light with jazz-Latin-classical ambience music, the full-size rectangular bar in the middle, colorful liquors pleasing your eyes and alluring your passion to taste them all, Harry’s Bar offers you classic atmosphere of bar…

Hahaha… heck, how could I give any comment? This is the first time I allow myself to step into a bar and have some luxuries enjoying a nite with a good friend and alcohol!

Baileys Irish Cream was the first choice. Ever since I’ve tried it during Cambodia trip, I am pretty sure that this is the only alcohol I could ever drink. I am not even a fan of Coke, my first experience savoring a zip of vodka, whisky, and martini, convinced me that I am not built to appreciate alcohol at all… well… maybe except Cointreau with its orange aroma and sweet fresh yet vinegary lime taste. However, I have found that an oz of Cointreau in the rocks is still too strong for me…

Baileys is sweet, more likely like drinking coffee milk with rum, Irish whisky to be précised mixed with cream. You can smell the almond aroma with its alcohol sensation. Feels like, I could drink all in just one guzzle!!!

Second drink was a strawberry frozen margarita, served in a glass with salt surrounding its rim. Margarita is a tequila-based cocktail with Triple Sec or Cointreau and lime juice. It was offered in three optional favor, strawberry, lime, and mango. Btw, margarita is the Latin word for pearl and Spanish for the daisy. (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Margarita)

Still Got the Blues, was the third option. I do not really remember the combination, but I am pretty sure that it has cranberry juice inside. I could not resist its glowing blue color and when you mix it becomes amethyst purple crystal color!Its taste marvelous too!!!

Three more drinks that I’ve tried, Bloody Mary, which according to me has a bloody taste!!! It is containing vodka, tomato juice, spices like Worcestershire sauce, Tabasco, beef consommé or bouillon, horseradish, celery, slat, black pepper, cayenne pepper and lemon juice. (I remember I saw the bartender put Tabasco sauce and I am sure he was combining with a tomato sauce NOT a tomato juice… anyway… I might be a little tipsy then ;p). Its red color made me wonder would it have a “brave” taste… and it does!!! Though… not in the way that I like. For me it is more like drinking a pasta sauce with ice!!!

Long Island cocktail was much better than Bloody Mary. Vodka, gin, tequila, rum, triple sec, and splash of cola will rumble your tongue. It is like a calm waves in the ocean, you just have to surrender to the flow and let it take you further away to the water. Screwdriver is merely an orange-lime juice with vodka inside. It is a good option after having “a heavier” one, like relaxing after sport ;p. Fresh and enjoyable!

A Jazzy Friday Night… with nice liqueurs and a good friend who doesn’t mind listening to you, no matter how you are giggling without any reason or cribbing about life… a time to exhale and saying I am lucky to be here…

Finding My First Love - Kotaro Minami

July 30th, 2006 by britgalhere

Cap004Berawal dari hari Minggu tanggal 23-July-06, ketika melenggang dengan santai di Toa Payoh Central area sehabis pulang dari gereja, tiba-tiba angin bertiup dan sebuah papan reklame di depan sebuah toko VCD terjatuh. Entah kenapa gue tergerak untuk mengembalikan papan tersebut seperti semula… dan… seperti di film-film, saat memalingkan wajah, tiba-tiba mata terpaku pada seseorang… hahaha.. cover depan VCD Ksatria Baja Hitam atau Kamen Rider Black lebih tepatnya!!! Yep!!! I have found my lost first love… KOTARO MINAMI!!! Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, akhirnya dengan mantap gue beli juga VCD KBH (mahal juga bow.. 5 dollar dengan 2 cerita di dalamnya — walau akhirnya agak kecewa karena filmnya dialihsuarakan ke bahasa Cina, dan prosesnya gak sempurna, hasilnya kita bisa mendengar 2 suara, yang satu dengan bahasa Jepang, yang satu dengan bahasa Cina… annoying!!!).

Kotaro Minami atau Ksatria Baja Hitam adalah pahlawan bertopeng yang membela kebenaran dan keadilan.. (heuheuhue). Setelah mencoba merekoleksi memori tentang si cakep yang berbudi luhur ini (hahaha), akhirnya gue menyerah karena gak terlalu ingat awal ceritanya bagaimaina, akhinya gue mencari data lewat internet. Begitu google menyajikan hasilnya, gue menemukan dua website yang cukup lengkap membahas tentang KBH & KBHRX (sekuel dari KBH). You could check these websites that I have mentioned: http://www.freewebs.com/basrisite/black.htm, http://www.japanhero.com/kamen%20rider%20reviews/kr_black.htm.

Kbhhensin1Tersebutlah Kerjaan Kegelapan Golgom (di Indonesia ditulis Gorgom), yang diperintah oleh Century King. Sang Raja akan mati setiap 5000 tahun sekali. Karena itu, Kerjaan Gorgom harus mencari ahli waris tahta. Ada 3 pendeta yang ditugaskan untuk mencari ahli waris tahta dan mereka juga memiliki agen manusia, Profesor Akizuki & Profesor Minami. Kedua profesor ini mempunyai anak Nobuhiko Akizuki & Kotaro Minami yang dilahirkan pada saat yang sama, pada saat gerhana matahari. Tiga tahun kemudian orang tua Kotaro dibunuh dan akhirnya Kotaro diadopsi oleh Profesor Akizuki. Tumbuh bersama, kedua remaja ini sangatlah dekat. Hingga menjelang ulang tahun mereka ke-19, kedua remaja ini diculik oleh Gorgom, dan dijadikan cyborg. Gorgom memasukkan Kingstone (Batu Raja) ke dalam tubuh mereka sehingga tubuh mereka memiliki kekuatan yang unik. Ke dalam tubuh Kotaro, Gorgom memasukkan Batu Matahari, dan Nobuhiko, Batu Bulan. Tujuannya adalah untuk mengadukan kedua orang ini, pemenang petarungan akan menjadi ahli waris Kerajaan Kegelapan Gorgom.

Kbhhensin2Kotaro Minami berhasil melarikan diri, sedangkan Nubohiko tetap berada dalam markas Gorgom dalam kepompong. Kotaropun dikejar oleh Gorgom yang menginginkan dirinya untuk bergabung dengan Kerajaan Kegelapan. Namun Kotaro menolak dan alih-alih malah mempergunakan Batu Matahari untuk melawan Gorgom yang selalu berusaha untuk merusak dunia manusia. Kotaro dihadapkan pada dilema karena pada akhirnya ia harus melawan adik tiri kesayangannya sendiri yang telah dipersiapkan Gorgom untuk menjadi ahli waris. Setelah petualangan panjang melawan berbagai macam rencana jahat Gorgom yang selalu dilengkapi dengan monster-monsternya, Kotaro akhirnya berhasil membasmi Gorgom, walaupun Nobuhiko atau Shadow Moon alias Pangeran Bayang-Bayang telah menjadi Raja Gorgom tidak dapat dipulihkan. Dan pada akhir kisah KBH, setelah dikalahkan oleh Kotaro, Shadow Moon tergeletak di gua yang akan runtuh.

Pada sekuel KBH, Kamen Rider Black RX, Kotaro Minami kembali menjadi si pahlawan bertopeng dengan kekuatan yang baru untuk membasmi musuh baru, Kerjaan Krisis. Shadow Moon juga mengambil porsi dalam beberapa cerita dan akhirnya mati di tangan Pangeran Kesedihan (wujud lain KBH).

Masih teringat, gue dulu sangat sangat suka Kotaro Minami, cakep, tinggi, humoris, cerdas, pahlawan pembela kebenaran dan keadilan pula!!! Mungkin juga dia sederhana dan rajin menabung!! Hehehe… Kotaro Minami sendiri diperankan oleh Tetsuo Kurata (183cm, 68kg, lahir 11-Sep-1968). Potongan gambar dari koran, gue gunting rapih dan gue tempel di diari kesayangan. Gue masih inget betapa irinya gue waktu Febri memenangkan foto Kotaro Minami dan Belalang Tempur (kendaraan KBH) dari majalah Fantasi. Gue pribadi lebih suka Ksatria Baja Hitam dibandingkan Ksatria Baja Hitam RX. Salah satu alasannya, karena di Ksatria Baja Hitam RX, Kotaro Minami punya pacar seorang jurnalis, Reiko… hehehe..

Tetsuo Kurata is 38 years-old-now. Is he married yet? Kinda hope bumped into him, while he was shooping in Singapore…. hahaha… Gue selalu bilang ama Arien, ntar kalo kita reunian, gue bakal bawa kakek-kakek, suami gue, Kotaro Minami… Old dream never dies?!!! Aishiteru, Kotaro Minami!!!

24th July 2006

July 25th, 2006 by britgalhere

Sebentuk kue ulang tahun cantik terhidang di hadapan…
Teksture lembut dan berkrim terbuat dari kasih sayang keluarga…
Lelehan cokelat dan buah persahabatan yang manis berwarna-warni…
Dua puluh lima lilin cantik berpilin menguntai cahaya harapan…

Kupandang nyala lilin menari dan kutiup pasti satu per satu…
Setiap tiupan adalah pernyataan syukur dan doa…
Bahwasanya… tanpa-NYA semua adalah sia-sia…

Terima kasih Tuhan… satu tahun lagi telah berlalu…
Nyalakanlah lilin dalam diriku… supaya menjadi terang selalu…